MEMBANGUN KOMUNIKASI POSITIF PADA ANAK

Nussa sebagai intellectual property (IP) pertama studio animasi The Little Giantz ini hadir di tengah-tengah masyarakat pada bulan November 2018 lalu. Sebagai salah satu tayangan edukasi berkonsep fun-edutainment ini menjadi salah satu solusi dalam memberikan tayangan positif pada keluarga di rumah. Studio animasi The Little Giantz atau lebih dikenal dengan rumah produksi Nussa, berlokasi di kawasan Cipete Jakarta Selatan ini, berkomitmen dalam mengembangkan creative content yang dimiliki saat ini. Salah satu bentuk apresiasi kami kepada masyarakat agar lebih mudah berinteraksi dengan karakter Nussa dan Rarra, parenting talkshow dengan jargon Generasi Cerdas Nussa hadir menyapa masyarakat. Tujuan utamanya adalah agar para orang tua mendapatkan informasi secara akurat tentang parenting dengan pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia.


Parenting Talkshow pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 hadir sebagai rangkaian acara Road To Jelajah Nussa dengan konsep Mall to Mall. Generasi Cerdas Nussa diselenggarakan di Main Atrium, Pesona Square Depok. Rangkaian acara pun jauh lebih beragam dengan dukungan penuh dari Kawan Baik dengan menghadirkan Lomba Menulis Mushaf. Tidak ketinggalan juga beragam kegiatan interaktif bersama anak, dengan dukungan Pepsodent kids melalui bulat-bulat challenge, PP IPTEK melalui dukungan permainan sains edukatifnya, dan tidak lupa Klinik Medikids, sebagai salah satu pendukung talkshow yang turut hadir memberikan dukungan aktivitas anak yang berkaitan dengan kesehatan.


Perkembangan di era digital saat ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak. Sangatlah disayangkan apabila orang tua tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang positif dengan anak. Psikolog dari Klinik Medikids, Jihan Kemala M.Psi, Psi hadir sebagai narasumber yang sudah ahli di bidangnya, memaparkan secara detail bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dengan anak. Tidak sedikit keluarga Indonesia, yang masih belajar mengenai bagaimana cara mendidik anak sesuai dengan karakter dan kondisi pada saat itu. Menurut beliau, beberapa langkah yang dapat dilakukan agar komunikasi dengan anak lebih efektif, diantaranya:


           1. Pastikan kondisi anak dan orang tua di saat yang saling nyaman


Tidak memaksakan anak untuk bercerita atau mengutarakan perasaannya kepada orang tua. Tunggu saat yang tepat, ketika ingin menanyakan keadaan sang anak. Karakter setiap anak pun harus dikenali terlebih dahulu, karena setiap anak memiliki reaksi yang berbeda-beda ketika harus mengungkapkan perasaannya. Memaksa anak untuk bercerita tidak akan efektif ketika perasaan anak sedang tidak bahagia. Sama halnya dengan orang tua, pastikan kondisi orang tua dalam keadaan tenang dan nyaman ketika ingin mengetahui perasaan anak. Tidak menutup kemungkinan, hasil pengungkapan perasaan anak tersebut tidak sesuai yang diharapkan dan memperkeruh keadaan.  Saat-saat yang tepat yang bisa dilakukan adalah ketika sedang makan malam atau menonton TV di ruang keluarga.


2. Diperlukannya kerjasama dari pasangan dalam penerapan Parenting Style yang dipilih untuk keluarga


Membesarkan anak untuk sukses sangatlah mudah, tetapi membesar anak bersama-sama agar siap secara mental dan bahagia tidaklah mudah. Diperlukan kerjasama dan komitmen sejak awal, parenting style seperti apa yang akan diterapkan bersama pasangan. Akankah secara otoriter, semi demokrasi ataupun demokrasi yang membebaskan peraturan di dalam rumah? Hal ini pun menjadi keputusan bersama pasangan. Jangan lupa untuk memperhatikan parenting style yang akan dipilih nanti akan sesuai dengan karakter anak atau tidak.


3. Menanamkan nilai kebaikan sedini mungkin


Tidak dapat dipungkiri, kondisi di luar rumah yang tidak dapat kita kontrol. Kekhawatiran terbesar orang tua ketika anak memasuki masa sekolah adalah informasi negatif yang diterima anak-anak. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi keadaan tersebut adalah menanamkan nilai kebaikan sedini mungkin. Salah satu contoh kecil yang bisa diterapkan adalah ajarkan kepada anak untuk menilai perilaku baik dan buruk pada suatu keadaan, terutama tentang tata krama dan etika. Baik buruknya keputusan anak akan terlihat dari pendidikan yang diterapkan di dalam keluarga inti


4. Jadilah pendengar yang baik tanpa menghakimi


Masing-masing anak memiliki caranya sendiri untuk meluapkan emosinya. Biarkan anak-anak mengekspresikan amarahnya tanpa menghakimi. Dengarkan dengan fokus ketika anak sedang berbicara atau bercerita. Berikan tanggapan yang menyenangkan agar anak merasa dihargai. Pada anak yang sudah memasuki usia remaja, jadilah orang tua dengan pendengar yang baik tanpa menghakimi karena anak adalah cerminan dari orang tuanya.


5. Luangkan waktu khusus bersama anak


Banyak orang tua yang merasa tidak terlalu dekat dengan anak, karena mereka lebih mudah bercerita dengan orang lain. Dalam beberapa kasus, hal ini menjadi wajar karena ada karakter anak yang tidak mau melihat orang tuanya bersedih. Namun, hal ini bukan berarti kedekatan anak dan orang tua tidak dapat diwujudkan. Siapkan dan luangkan waktu khusus bersama anak-anak. Lakukan dengan kegiatan yang sangat sederhana seperti ikut bermain boneka atau sekadar bercerita lewat buku sebelum tidur.


Peran orang tua untuk membangun komunikasi yang positif bagi keluarga sangatlah bergantung dari nilai-nilai kebaikan keluarga dirumah. Optimalkan komunikasi pada masing-masing anggota keluarga karena disanalah tempat anak-anak berbagi masalah, pendapat, atau pengalaman hidupnya. Mulailah hal positif dari diri sendiri dan pasangan tanpa menunggu orang lain memulainya. Keterbukaan dalam berkomunikasi dengan adab yang baik antar anggota keluarga menjadi salah satu kunci sukses terbangunnya keluarga harmonis.

Comments

0 of 0 comments