MEMPERINGATI HARI ANAK NASIONAL DI MASA PANDEMI

        


Berbekal pengalaman selama belasan tahun di industri animasi, para pendiri studio animasi The Little Giantz menggagas Intelectual Property (IP) yang berkonsep fun-edutainment untuk keluarga Indonesia. Sejak November 2018, lahirlah Nussa. Sebuah tayangan edukasi berdurasi 5 menit yang tayang di kanal Youtube menjadi salah satu alternatif tayangan yang dicari para orang tua. Studio Animasi The Little Giantz bersama Asktarra sebagai IP Management & Creative Agency dari Nussa Official, berkomitmen dalam mengembangkan berbagai konten edukasi yang sarat akan nilai kebaikan agar dapat dinikmati anak-anak. Tidak saja hanya menikmati, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari anak dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti untuk bekal di kemudian hari sebagai penerus bangsa.

Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan di setiap tahunnya pada tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984. Hari Anak Nasional yang selalu disambut baik oleh seluruh lapisan masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian terhadap hak anak-anak Indonesia dan mewujudkan impian mereka dalam mendapatkan hak hidup, tumbuh, berkembang, dan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Lewat tayangan fun-edutainment Nussa, studio animasi The Little Giantz bersama Asktarra, berkontribusi secara nyata dan berkomitmen secara teguh dalam menjaga kualitas tayangan untuk anak demi terciptanya generasi cerdas Indonesia. Mendapatkan tayangan edukasi yang layak ditonton pun menjadi salah satu hak anak dalam menerima informasi positif melalui digital.

Meski di masa pandemi secara global, peringatan Hari Anak Nasional tidak akan terlewat. Dampak yang dirasakan akibat dari pandemi ini, tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa saja, tetapi juga berdampak besar bagi anak-anak. Adaptasi sistem pembelajaran di sekolah lewat daring, bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak. Ditambah lagi dengan kesempatan bermain yang sangat terbatas. Satu hal yang tidak dapat dipungkiri, kekerasan di dalam keluarga pun meningkat sejak munculnya Coronavirus Disease 2019 (COVID19) karena tingkat stres yang tinggi di dalam keluarga itu sendiri.

Berangkat dari kondisi dan situasi saat ini, pemerintah memutuskan untuk memperingati Hari Anak Nasional tahun 2020 bertajuk “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan Tagline #AnakIndonesiaGembiradiRumah untuk serentak dilaksanakan seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk motivasi bahwa pandemi tidak akan menyurutkan semangat untuk tetap produktif di rumah sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh pihak agar saling menjaga dan memenuhi hak dan perlindungan bagi anak. Orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan profesional, media massa dan pemerintah berperan penuh demi terbentuknya generasi cerdas yang kaya akan budi pekerti luhur.

Bukanlah hal yang mudah bagi orang tua untuk menjaga anak-anak dari pengaruh buruk di luar rumah. Namun, dengan berbekal didikan dari keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan tingginya nilai kebaikan, tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan generasi muda yang siap memajukan Indonesia dengan memberikan hak anak-anak sesuai kebutuhannya.

  1. Berikan contoh baik dan tanamkan hormat kepada orang tua

Buatlah diri orang tua sebagai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari karena anak akan mengikuti perilaku yang dilihatnya. Saling menghormati orang yang lebih tua dan berkata baik akan membuat anak merasa segan. 



  1. Hindari kekerasan dalam bentuk fisik maupun verbal

Kondisi emosi orang tua yang tidak selalu stabil, kekerasan fisik kepada anak sangatlah sering terjadi. Jangan jadikan anak sebagai pelampiasan amarah orang tua. Selain itu, jika ingin mengajarkan disiplin kepada anak, menjadi tegas tidak diperlukan kekerasan verbal maupun fisik. Sikap tegas dapat terwujud apabila orang tua selalu konsisten dengan kata-kata yang pernah diucapkan. Hal ini pun menjadi hak anak untuk mendapatkan perlakuan layak dari orang tua maupun dari orang-orang terdekat.


  1. Selalu berikan apresiasi atas pencapaian yang diraih

Anak akan selalu ingin diperhatikan dan dihargai sebagai salah satu anggota keluarga. Bagi mereka, perhatian kecil pun sangat berarti untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan akan merasa selalu di anggap. Berikan apresiasi sekecil apapun atas pencapaian yang dihasilkan oleh anak-anak. Apresiasi tersebut tidak selalu dalam bentuk barang, hanya dengan pujian kecil saja bisa menambah motivasi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ini pun menjadi salah satu bentuk penghargaan yang berarti bagi mereka.


  1. Berikan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan usia anak

Orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun, perlu disadari bahwa anak-anak pun memiliki hak untuk memilih dan menentukan kegemarannya. Dari soal pendidikan sendiri, anak-anak harus diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan usianya. Jangan selalu memaksakan kehendak orang tua. Hal ini bisa menjadi boomerang ketika perkembangan anak sudah mulai terganggu. Jadikanlah anak menjadi sebagai raja dan ratu ketika di usia masih kecil, dan ketika beranjak besar jadikan mereka sebagai sahabat karib.  


  1. Berikan hak berpendapat pada anak

Dengan berbekal perilaku baik dan hormat kepada orang tua, anak akan terbiasa mengutarakan pendapatnya sesuai dengan tempat dan lawan bicaranya. Hak berpendapat pada anak wajib orang tua penuhi agar tidak ada emosi yang terpendam dan bisa berakibat buruk dalam perkembangan anak di kemudian hari. Melatih anak untuk berbicara pun dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia industri agar cerdas memposisikan diri di berbagai kesempatan dan berbicara di depan umum.


Walaupun di tengah masa pandemi yang sudah hampir memasuki bulan ke-5 di Indonesia, dalam rangka menyambut Hari Anak Indonesia, Ria Miranda bersama Kitabisa.com yang didukung penuh oleh Nussa Official menyelenggarakan program CSR dengan target utama penerima adalah anak-anak korban bencana kebakaran di kawasan Jakarta Utara.  Rumah Pintar, yang biasa menjadi rumah belajar 840 anak Dhuafa di pesisir pantai Muara Angke, menjadi salah satu tempat yang terkena dampaknya. Api dengan cepat menghanguskan Rumah Pintar Anak Pesisir. Lebih memprihatinkan lagi, api membakar habis semua fasilitas di rumah pintar, seperti komputer, Al-Quran, buku-buku pelajaran dan beberapa fasilitas lainnya. Hasil penggalangan dana tersebut akan diberikan kepada para pembina dan dibangunnya kembali Rumah Pintar dengan fasilitas yang dapat dinikmati anak-anak maupun warga sekitar. Halaman penggalangan dana tersebut bisa di akses di https://kitabisa.com/campaign/bersamarumahpintar. Selain penggalangan dana, Ria Miranda dan Nussa Official Store akan mendonasikan berbagai produk unggulan untuk anak-anak di pesisir pantai Muara Angke. 


Kontribusi studio animasi The Little Giantz dan Asktarra sebagai pelaku industri kreatif di Indonesia memang belum maksimal, namun berbekal pengalaman dan tekad yang kuat dalam memberikan tayangan positif kepada keluarga Indonesia, kami yakin mampu memberikan dampak positif bagi anak-anak dalam menikmati tayangan edukasi demi terciptanya generasi cerdas Indonesia.



Comments

0 of 0 comments